BENARKAH KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN, RELASI SUAMI ISTRI ADA CAMPUR TANGAN AGAMA?

nfn Ismah

Abstract


Tindak kekerasan terhadap perempuan relasi suami istri merupakan kekerasan berbasis gender, kekerasan yang dapat mengakibatkan penderitaan fisik psikis,seksual dan penelantaran ekonomi, Termasuk didalamnya ancaman, pemaksaan maupun secara sengaja membatasi kebebasan perempuan. Dan pelakunya adalah orang yang paling dekat dengan istri yaitu suaminya sendiri. Secara umum perempuan dan lingkungan tidak bereaksi untuk menolak tindak kekerasan ini, bahkan bersikap apatis terhadap tindak kekerasan yang dihadapi. Sikap korban kekerasan didukung oleh sikap- sikap pembenarann serta pemakluman. Sikap pembenaran ternyata didasarai dari pemahaman teks-teks agama yang berbicara tentang relasi dan kedudukan suami dn istri dan sikap pemakluman juga semakin mendudukan posisi perempuan pada situasi suami lebih dominan terhadap istri, dianggap sebagai budaya yang terus menerus dianut masyarakat setempat. . Dampak kekerasan terhadap istri adalah istri mengalami sakit fisik, tekanan mental, kehilangan rasa percaya diri, tidak berdaya, mempunyai ketergantungan pada suami yang sudah menyiksa dirinya, mengalami trauma, ketergantungan ekonomi dan penelantaran, sungguh sebuah ironi dari tujuan pernikahan yang yang selalau dikampanyekan, bahwa pernikahan adalah jalan memupuk pahala, lewat pernikahan sesorang dapat terpenuhi kebutuhan lahir dan batin. Dampak kekerasan ini harus segera dicari akar masalah, jika disebut sebut salah satu penyebabnya adalah cara pandang yang salah dalam memahami ayat ayat yang berbicara tentang hubungan suami istri, maka perlu ada pemahaman ulang tentang tafsiran-tafsiran yang mengakibatkan penderitaan istri.

Kata kunci: Kekerasan dalam keluarga, Suami istri memerangi kebodohan dan keterbelakangan serta pembebasan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan. 


Full Text:

PDF

References


https://deeaditya.wordpress.com/2012/01/24/kekerasan-terhadap-perempuan/

https://www.komnasperempuan.go.id/wpcontent/uploads/2016/03/komnas-perempuan-_-catatan-tahunan-2016edisi-Launching-7-Maret-2016.pdf

http://jateng.tribunnews.com/2017/03/08/selama-januari-februari-2017-64-perempuan-di-jawa-tengah-menjadi-korban-kekerasan-seksual

http://jateng.metrotvnews.com/read/2016/01/27/475794/perempuan-paling-banyak-ajukan-cerai

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004, Tentang Penghapusan , (Bandung: Citra Umbara, 2004)

Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tentang Perlindungan Perempuan, http/ www.Kpai.id/file/20143 pu (diakses 2 Mei 2016).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004, Tentang Penghapusan , (Bandung: Citra Umbara, 2004)

http://www.globalmuslim.web.id/2011/05/menyikapi-keragaman-manusia-tafsir-qs.html

ttps://www.salimah.or.id/2016/dunia-perempuan/al-quran-tentang-wanita-dan-keutamaannya




DOI: https://doi.org/10.52802/amk.v5i1.54

Refbacks

  • There are currently no refbacks.