MENGENAL SISTEM WAKTU UNTUK KEPENTINGAN IBADAH

Misbah Khusurur

Abstract


Adanya perbedaan siang dan malam secara beraturan akibat rotasi di bumi mengakibatkan perbedaan waktu di daerah-daerah di bumi. Daerah yang terlebih dahulu menghadap ke arah matahari waktunya lebih dahulu dari daerah sebelah baratnya. 1 Misalnya, apabila Semarang masuk waktu maghrib maka pada saat itu Lampung belum tiba waktu maghrib, karena Lampung tempatnya lebih Barat daripada Semarang. Demikian juga ketika Lampung sedang terbit matahari maka di Semarang terbit matahari sudah berlalu. Perbedaan waktu tersebut adalah sebesar 1 jam untuk setiap perbedaan 15 derajat bujur, atau 4 menit untuk setiap 1 derajat bujur. Perhitungan ini diperoleh dari waktu yang diperlukan untuk satu kali putaran penuh (360 derajat) selama 24 jam. Tulisan ini akan menjelaskan tentang equation of time, mean time, universal time/greenwich mean time, dan local mean time yang akan sangat penting untuk kepentingan ibadah, terutama untuk pembuatan jadwal shalat shalat.

Full Text:

PDF

References


Azhari, Susiknan (2008). Ensiklopedi Hisab Rukyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hambali, Slamet (1988). Ilmu falak. (Semarang).

Ismail, M. Syuhudi (tt.), Waktu Shalat dan Arah Kiblat. Ujung Pandang: Taman Ilmu.

Khazin, Muhyiddin (2004). Ilmu Falak. Yogyakarta: Buana pustaka.

Rachim, Abdur (1983). Ilmu Falak. Yogyakarta: Liberty.

Sunarjo dan Sukanto (2007). Riwayat Waktu di Indonesia Dan Perkembangannya. Jakarta: Badan Meteorologi dan Geofsika Bidang Geofsika Potensial dan Tanda Waktu.

Sumber website:

http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu_Universal.

http://www.eramuslim.com/syariah/ilmu-hisab/mengenal-equation-of-time.htm, download Selasa, 13 April 2010, jam 06.22.




DOI: https://doi.org/10.52802/amk.v2i2.33

Refbacks

  • There are currently no refbacks.