KONSEP MEDIASI DALAM HUKUM ISLAM

Ahmed Shoim El Amin

Abstract


Hukum Islam sebagai salah satu sistem hukum yang juga berlaku di Indonesia mempunyai kedudukan dan arti yang sangat penting dalam rangka pelaksanaan pembangunan manusia seutuhnya. Islam telah mengatur dalam segala hal, termasuk bermu’amalah. Tetapi sesuatu yang diatur Islam itu tidak berarti, sama sekali tidak akan menimbulkan kasus, pesatnya perkembangan ekonomi syari’ah di Indonesia misalnya.Ekonomi syariah di Indonesia juga dibarengi oleh maraknya kasus sengketa ekonomi syariah di dalamnya, penyelesaian sengketa bisnis syariah tentunya harus dengan cara yang syar’i. Mediator merupakan salah satu solusi untuk memecahkan dengan jalan menjadi penengah yang adil. Keadilan merupakan salah satu kebutuhan dalam hidup manusia yang umumnya diakui di semua tempat di dunia ini. Apabila keadilan kemudian dikukuhkan kedalam sebuah institusi yang bernama hukum, maka hukum itu harus mampu menjadi saluran agar keadilan itu dapat diselenggarakan secara seksama di tengah masyarakat. Mediasi dalam Islam biasa disebut dengan tahkîm yang merupakan salahsatu bentuk perdamaian melalui musyawarah yang di tengahi oleh seorang hakam. Hal ini membuktikan kesesuain hukum Islam dengan kebutuhan hukum manusia modern. Sebagai lembaga non formal tahkîm akan tetap eksis apabila masyarakat masih menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan yang diwujudkan dalam kesadaran hukum untuk menjamin keadilan. Untuk menjamin eksistensinya itulah dibutuhkan regulasi yang jelas tentang tahkîm sebagai lembaga mediasi dalam sistem hukum berbangsa dan bernegara.

Full Text:

PDF

References


Asy-Sirazi, Abu Ishaq (1988). Syarh al-Luma. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami.

As-Subuki, Tajuddin (1991). al-Asybah wan-Nadzha’ir.Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad. (TT). Ihya Ulumiddin, Beirut, Darul Ma’rifah.

Al-Babaruti, Muhammed. al-Inayah Syarh al-Hidayah, (www.al-islam.com)

Ash-Showi, Ahmed. Hasyiyah Ash-Showi ala Syarh ash-Shoghir, (www.al-islam.com),

Ad-Dasuqi, Muhammed Irfat. (TT). Hasyiyah ad-Dasuqi ala Syarhil Kabir. Beirut: Dar al-Fikr.

Az-Zuhaili, Wahbah (2003). al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh. Beirut: Dar al-Fikr.

Az-Zuhaili, Muhammed (2002). at-Tandzhim al-Qadha’i fl-Fiqh al-Islami, (Damaskus: Dar al-Fikr.

Al-Mawardi (1994). al-Hawi al-Kabir. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Abdul Halim (2013). Kontektualisasi Mediasi Dalam Perdamaian, www.badilag.net.

Arofah, Lailatu. “Perdamaian dan Bentuk Lembaga Damai di Pengadilan Agama Sebuah Tawaran Alternatif”. Mimbar Hukum, No. 63

Dugis, Vinsensio. (2002). Mediasi Sebagai Mekanisme Resolusi Konfik. Jurnal Dinamika HAM. Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Surabaya Bekerjasama Dengan Yayasan Obor Indonesia.

El-Saha, H. M. Ishom (2012). Arbitrase Syari’ah. Tangsel: Pustaka.

Ibnu Mandzhur, Al-Allamah (2003). Lisan Al-Arab.Kairo: Dar al-Hadits.

Echols, John dan Hasan Syadhily (2003). Kamus Inggris Indonesia, cetakan ke XXV. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama

Lubis, Suhrawardi K (2000). Hukum Ekonomi Islam.Jakarta: sinar Grafka.Majma’ Al-Lughah Al-Arabiyah (1985). Al-Mu’jam al-Wasith.Kairo: Syirkah al-I’lanat asy-Syarqiyah.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2003).Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga. Jakarta, Balai Pustaka.

Raghib, Husain Musa (2009). Mausu’ah al-Iqtishad al-Islami fl-Masharif wan-Nuqud wal-Aswaq al-Maliyah, Kairo: Dar as-Salam.

Sumartono, Gatot (2006). Arbitrase. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: https://doi.org/10.52802/amk.v2i2.32

Refbacks

  • There are currently no refbacks.