DAKWAH ISLAMIYAH DAN TANTANGANNYA DI ERA DIGITAL

Achmad Husain

Abstract


“Zaman now” adalah masa yang sangat istimewa di mana semua orang bisa mendapatkan dan mengerjakan sesuatu dengan sangat mudah dan cepat. Era ini adalah puncak dimana semuanya serba instan dan mudah untuk dinikmati oleh masyarakat. Seorang da`i (mubaligh) pun bisa berdakwah atau menyampaikan dakwahnya melalui media-media yang ada seperti berdakwah dengan media televisi, youtube, radio, instangram dan juga media tulisan melalui aplikasi medsos. Realitas yang ada banyak sekali da`i yang sudah memanfaatkannya terutama dalam pertelevisian dan jaringan internet. Dakwah yang pada awalnya dilandasi dengan niat dan motivasi untuk beribadah, namun dalam perkembangannya pola berdakwah melalui media mengalami perubahan, yang memungkinkan seorang da’i memperoleh popularitas dimata pemirsanya seperti layaknya seorang selebriti (publik figur) dan tidak menutup kemungkinan pula setiap kegiatan dakwahnya, sering dinilai dengan materi.

Kewajiban dakwah Islam ini ada yang bersifat individual secara pribadi dan ada yang berbentuk kolektif melalui kelompok, jamaah atau organisasi. Dengan demikian umat Islam pada hakekatnya berkewajiban untuk berdakwah. Menjadi muslim bisa diidentikkan sebagai da’i, atau juru dakwah menurut proporsi dan kapasitas masing-masing. Karena tugas menyampaikan risalah agama itu harus dilakukan secara tertib dan kontinyu, sehingga memerlukan keahlian dan pemahaman keagamaan yang lebih baik, disamping ketentuan-ketentuan lain, sehingga tidak setiap orang Islam mampu berdakwah.Berdakwah berarti menyampaikan sesuatu kepada orang lain yang bersifat mengajak untuk merubah suatu keadaan yang tidak baik kepada yang baik dan terpuji. Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah.

Ada 3 cara untuk menghadapi tantangan dakwah di era digital, yaitu: 1). Kuasai ilmu agama yang sedalam-dalamnya, 2). Mulai akrab dengan media-media yang berkembang (baik cetak mapun elektronik), 3). Selalu mengcounter dan menjaga ajaran agama dari paham-paham yang menyesatkan.          

Dengan demikian, mudah-mudahan perkembangan teknologi komunikasi menjadi sarana baru dalam berdakwah, dan bukan menjadi ancaman yang menakutkan.


Keywords


dakwah, da’i, risalah agama, era digital

Full Text:

PDF

References


Al-Qur’an dan Terjemahnya, Mujamma’ Al-Malik li Thiba’at al Mush Haf, Madinah, 1433H.

Effendi, Muchsin. Psikologi Dakwah, Jakarta: Prenada Setia, 2006.

http:sandihasanah.blogspot.com

Istina Rakhmawati, Tantangan Dakwah di Era Globalisasi, Journal ADDIN , Vol. 8, No. 2, Agustus 2014

Muhyiddin, Asep. Metode Pengembangan Dakwah, Bandung: Pustaka Setia, 2002.

Rafi’uddin & Maman Abdul Jalil. Prinsip dan Strategi Dakwah, Bandung: Pustaka Setia, 2001.

Saifullah. Dakwah Tekstual dan Kontekstual: Peran dan Fungsinya Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat, Cet. ke-3, Yogyakarta AK. Group, 2006.

Shihab, M.Quraish, Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, 2009, Cet.3


Refbacks

  • There are currently no refbacks.