TEORI PENDIDIKAN AZZARNUJI DAN EKSISTENSINYA DI ERA DIGITAL

Sandi Aji Wahyu Utomo

Sari


Pendidikan sebagai benteng pertama dengan adanya perubahan pun tidak jauh dari kata masalah. Kini guru justru tidak lagi mendidik, lebih kepada menggugurkan kewajiban mengajar. Banyak perihal adab dan akhlak yang sangat jauh dari kata cukup bagi peserta didik. Era digital era media sosial berdampak menghalalkan integritas sebagai pendidik demi sebuah konten dan ketenaran semata. Salah satu tokoh Islam pada abad 12 M, Az-Zarnuji melalui Kitabnya Ta’limul Muta’allim yang mana didalamnya sarat dengan akhlak atau nilai-nilai etik dan estetik dalam proses pembelajaran. Kitab ini telah dijadikan referensi bagi santri di sebagian besar pondok pesantren di nusantara. Adapun nilai akhlak tersebut tampak pada pemikiran Az-Zarnuji tentang relasi dan interaksi guru dengan murid, murid dengan murid, bahkan murid dengan lingkungan sekitar. Pemikiran Az-Zarnuji seharusnya dapat dimaksimalkan dan diterapkan di era pendidikan kekinian, karena melalui kitabnya tersebut sangat berhasil membentuk akhlak dan adab para santri pada gurunya di pesantren. Tidak akan berani para santri untuk menunjukkan perangai yang dapat dikatakan berani pada gurunya. Oleh karenanya pendidikan di pesantren lebih mengedepankan adab daripada menuntut ilmu. Pada penulisan kali ini akan mengkaji teori pendidikan akhlak Az-Zarnuji dan eksistensinya pada era digital.


Kata Kunci


Teori Pendidikan Az-Zarnuji, Era Digital

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abuddin Nata, dkk. Integrasi Ilmu Agama & Ilmu Umum. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005).

Admin, “Pendidikan Akhlak Menurut Syekh al-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim”, diakses pada https://inpasonline.com/pendidikan-akhlak-menurut-syekh-al-zarnuji-dalam-kitab-talimul-mutaallim/, pada tanggal 16 Oktober 2019, pukul 17.33 WIB.

Admin, “Pendidikan Akhlak Menurut Syekh al-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim”, diakses pada https://inpasonline.com/pendidikan-akhlak-menurut-syekh-al-zarnuji-dalam-kitab-talimul-mutaallim/, pada tanggal 17 Oktober 2019, pukul 06.42 WIB.

Dewi Salma Prawiradilaga, dkk. Mozaik Teknologi Pendidikan E-Learning. (Jakarta: Kencana, 2013).

Ishak Abdulhak dan Deni Darmawan. Teknologi Pendidikan. (Bandung; PT Remaja Rosdakarya, 2017).

Moh. Roqib, Ilmu Pendidikan Islam Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat. (Yogyakarta: LkiS Group, 2011).

Muhaimin, Nuansa Baru Pendidikan Islam Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006).

Muhaimin. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah, dan Perguruan Tinggi. (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2012).

Muhammad Yaumi. Media dan Teknologi Pembelajaran. (Jakarta: Kencana, 2018).

Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam Edisi Revisi. (Jakarta: Bumi Aksara, 2009).

Nik Haryati. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Alfabeta, 2011).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.