PESANTREN, KYAI DAN SANTRI (Sebentuk Cara Menanamkan Budaya Toleransi Dalam Pesantren)

Achmad Machrus Muttaqin

Sari


Pesantren menjadi jujugan dalam pembinaan akhlak. Hal ini ditengarai dengan banyaknya sekolah yang mencoba mengadopsi nilai-nilai kepesantrenan dalam kurikulum sekolah, bahkan para alumni pesantren juga dilibatkan secara langsung dalam proses kegiatan belajar mengajar. Ada juga sekolah formal yang menjalin kerjasama dengan pesantren tertentu untuk pendidikan agama dan akhlak serta diasramakan.Angka kriminalitas semakin meninggi dibeberapa belahan dunia, bahkan taidak jarang kita jumpai adanya penjara yang over kapasitas. Pertumpahan darah menjadi tontonan harian disebagian belahan bumi. Orang kelaparan disebagian Afrika dan Korea Utara atau juga pengambilan hak secara paksa di Palestina. Di dunia pesantren hal tersebut hampir tidak terjadi, kalaupun ada, kemungkinan merupakan sesuatu yang sangat bisa dimaklumi. Dua hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi kita, mengapa hal tersebut bisa terjadi ditengah globalisasi yang mempermudah manusia untuk menjadi pandai dan berkomunikasi? Ternyata jiwa mereka kering tidak seperti halnya santri dalam pesantren. Mungkin dunia pesantren perlu diterapkan dalam skala yang lebih luas, pertanyaannya adalah apa mau sekolah formal dan masyarakat mengambil ruh dari pesantren secara utuh dalam laju gerak kehidupan mereka? Bagaimana cara efektif untuk bisa menerapkannya? Tentu mereka memiliki alasan tersendiri untuk melakukan sebuah langkah perbaikan, akan tetapi setidaknya pesantren memiliki dunia dan dinamikanya sendiri yang terus berjalan sampai hari ini dan seringkali menjadi jujugan kalangan yang ingin mencipatkan suasana unik dalam kehidupan mereka serti di pesantren.


Kata Kunci


pesantren, akhlak dan masyarakat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdurrahman Wahid, Menggerakkan Tradisi: Esai-esai Pesantren, (Yogyakarta: LKiS, 2001)

Amal Fathullah Zarkasyi, 1998, , Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan dan dakwah, Jakarta; GIP

Amin Haedari, dkk. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Kompleksitas Global, (Jakarta: IRD Press, 2004),

Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Nusantara Abad ke XVII danXVIII, (Jakarta: Prenada Media, 2013)

Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: Hidayakarya, 1990)

Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. (Jakarta: INIS, 1994)

Muammar dan Puji Dwi Darmoko, Pendidikan Pesantren dan Nilai Budaya Damai (Jurnal Madaniyah Edisi VIII, Januari 2015 ISSN 2086-3462)

Muhammad Kholil, Menggagas Pesantren sebagai Pusat Peradaban Muslim di Indonesia (Jurnal Media Akademika, Vol. 26, No. 3, Juli 2011)

Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren studi Pandangan Hidup Kyai .Jakarta:LP3ES, 1994.

Zurqoni dan Mukhibat, Menggali Islam Mem-bumikan Pendidikan, Upaya Membuka Wawasan Keislaman & Pemberdayaan Pendidikan Islam, (Yog-yakarta: Ar Ruzz Media, 2013)


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.